Pendidikan Pancasila • Kelas V SD • Sejarah Lahirnya Pancasila
Pada awalnya, rakyat Indonesia menyambut kedatangan Jepang dengan penuh harapan. Rakyat mengira Jepang akan membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. Jepang mengaku sebagai "saudara tua" bangsa Indonesia karena sama-sama bangsa Asia. Jepang bahkan membuat propaganda Gerakan Tiga A yang berarti:
Gerakan Tiga A didirikan pada 29 April 1942 dengan pelopor Hitoshi Shimizu, sedangkan ketuanya adalah Mr. Syamsuddin. Namun kenyataannya, Jepang melakukan tindakan yang sangat kejam terhadap rakyat Indonesia. Penjajahan Jepang bahkan lebih kejam dibanding masa penjajahan Belanda. Rakyat Indonesia dipaksa bekerja paksa (romusa), harta benda dirampas, dan banyak yang menderita kelaparan.
Di sisi lain, pasukan Sekutu mulai melancarkan serangan balasan sehingga Jepang mengalami banyak kekalahan di berbagai medan perang. Menyadari kekuatannya melemah, pada 7 September 1944, Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Perdana Menteri Jepang, Jenderal Koiso, mengumumkan bahwa Indonesia akan diperbolehkan merdeka "di kemudian hari". Namun, janji ini tidak jelas kapan akan dilaksanakan.
Serangan Sekutu terus berlanjut dan semakin menekan Jepang. Untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia, Jepang kemudian membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai.
"Saat kita menggunjing dan membicarakan aib orang lain, seolah menganggap diri kita paling mulia, padahal tanpa sadar kita telah berproses menuju kehinaan kita sendiri."